Dua Sisi Dalam Satu Ruang

Lawanmu adalah dirimu sendiri

“Lawanmu bukanlah siapapun, atau apapun. lawanmu ialah batas-batas dari pemikiranmu sendiri. Lampaui batas-batas itu, keluar dari lintasan-lintasan prasangka. Lampaui konsep benar/ salah, dan berhenti menghamba pada hawa nafsu.”

Tubuhmu seperti ruang yang dilengkapi perangkat-perangkat kehidupan, diantara perangkat itu ada yang dinamakan akal budi, dan qalbu. Keduanya saling mempengaruhi. Akal budi berperan penting dalam pengambilan keputusan, sementara hati adalah perangkat lunak yang hakekatnya suci.

Hati terbagi menjadi 2 (dua) sisi, masing-masing mengisi ruang dengan energi yang saling bertolak belakang. Di satu sisi bersemayam hawa nafsu, disisi yang lain bersemayam kesucian. Yang paling dominan diantara keduanya akan mempengaruhi seluruh kehidupanmu sebagaimana hadits, “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati” (HR. Bukhari dan Muslim) maka akal sebagai pengambil keputusan akhir sangat penting dalam berperan sebagai pengendali dari keduanya.
Dua Sisi Dalam Satu Ruang

Hati yang didominasi hawa nafsu akan mempengaruhi keadaan akal, akal yang dipengaruhi hawa nafsu cenderung ceroboh dalam pengambilan keputusan, maka sisi hati yang bersemayam disana kesucian haruslah mampu mengimbangi, sehingga akal mampu membedakan mana yang baik, dan mana yang buruk dalam pengambilan keputusan bagi kehidupanmu.

Hawa nafsu, ia ibarat bara yang kapan saja bisa berkobar. Melaluinyalah iblis menyesatkan manusia, ia (iblis) dengan membawa api permusuhan akan membakar hangus kehidupanmu. Setiap saat ia akan meniupkan api kebencian kedalam dadamu, menabur benih-benih permusuhan, adu domba, prasangka, iri, dengki, dan dengan segala tipu dayanya berupaya menarikmu dari jalanmu yang lurus.

Dalam firman, Tuhan mengabarkannya sebagai musuh yang nyata bagimu, “Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Q.S 35 : 6) tersesatlah orang-orang yang mengikutinya yang bersekutu menjadikan ia sebagai teman.

Kebenciannya kepadamu menjadikan ia menjadi makhluk yang paling murka terhadapmu, sehingga ia mengikat janji dengan Tuhan untuk menyesatkanmu sesesat-sesatnya dari jalanmu yang lurus, bahkan ia meminta tangguh untuk bisa menyesatkanmu sampai pada titik akhir dikehidupanmu. Tanpa pertolongan mustahil ada yang bisa meloloskan diri darinya, maka berpegang teguhkah pada pegangan yang paling kuat, jangan sekali-kali menjadikan ia sebagai teman dengan mengikuti segala sifatnya.

Hati yang bersemayam disana kesucian seumpama air, ia akan menyejukkan kehidupanmu dalam dahaga, sementara hati yang disana bersemayam hawa nafsu seumpama api, ia akan membakarmu kapan saja. Dan akal seumpama sekat diantara keduanya. Jika akalmu terbakar oleh hawa nafsu maka terbakar hanguslah tubuhmu, namun jika akalmu sejuk, dan teduh maka ia akan mengalir seperti air yang mampu menemukan jalannya sendiri.


BERIKAN KOMENTAR ()