Sejarah dan Makna “Tanete”: Pilar Kebesaran Masa Lalu
Kata Tanete bermakna “dataran tinggi” atau “puncak” dalam Bahasa Bugis Bulukumba, melambangkan keteguhan dan kejayaan leluhur. Nama ini erat kaitannya dengan kisah Sejarah Bulukumba, sebuah wilayah yang menyimpan warisan panjang kerajaan Bugis-Makassar yang berjaya di masa lalu.
Di Sulawesi Selatan, kerajaan kecil bernama Kerajaan Tanete memiliki peranan penting dalam jalur perdagangan dan politik regional. Bahkan, hubungan erat terjalin dengan kerajaan besar seperti Gowa dan Bone. Silsilah Raja Tanete pun masih sering dibicarakan sebagai pengetahuan berharga tentang asal-usul masyarakat Bugis Bulukumba.
Kerajaan Tanete: Dinasti, Penguasa, dan Legasinya
Sejak abad ke-16 hingga awal 1960-an, Kerajaan Tanete dipimpin oleh barisan penguasa yang menorehkan sejarah penting. Dalam daftar nama-nama raja Bulukumba yang sering disebut dalam tradisi lisan, salah satunya adalah Lapatau Matanna Tikka’, raja pertama Kerajaan Bulukumpa yang bergelar Karaetta’ ri Nagauleng Mangngakua Dg. Pasau.
Selain itu, ada juga tokoh perempuan yang melegenda, yaitu We Tenri Olle (Siti Aisyah We Tenriolle) yang berkuasa pada 1855–1910. Ia dikenal sebagai penerjemah naskah epik La Galigo, serta simbol kuat kepemimpinan perempuan di Tanete.
Awal Mula Bulukumpa dan Sejarah Nama Bulukumba
Konflik antara Kerajaan Gowa dan Bone di abad ke-16 melahirkan istilah Bulukumupa yang kemudian dikenal sebagai Bulukumpa. Dari sinilah muncul perdebatan terkait Sejarah nama Bulukumba.
Wilayah Bulukumpa terbentuk melalui persatuan tujuh Gellarang adat yang menjadi pondasi berdirinya kerajaan lokal. Jejak sejarah inilah yang menjadikan Bulukumba kaya akan nilai budaya, tradisi, serta sistem pemerintahan adat.
Sejarah Kindang Bulukumba dan Peranannya
Selain Bulukumpa, wilayah Kindang juga menyimpan cerita panjang. Sejarah Kindang Bulukumba berkaitan dengan penyebaran masyarakat adat Bugis-Makassar di pedalaman, yang menempati wilayah pegunungan subur dan menjaga tradisi leluhur. Kindang dikenal sebagai pusat pertanian sekaligus benteng pertahanan dalam sejarah lokal Bulukumba.
Jejak Kolonial dan Peninggalan Bersejarah
Rumah Palari di Bulukumba
Salah satu peninggalan yang banyak diperbincangkan adalah Sejarah rumah Palari di Bulukumba. Rumah tradisional ini konon terkait erat dengan masa kolonial dan kehidupan bangsawan Tanete. Meski belum banyak terdokumentasi, masyarakat Bulukumba masih melestarikan cerita-cerita yang diwariskan turun-temurun tentang rumah ini.
Mess Passanggarahan Tanete
Dibangun oleh Belanda pada 1913, Mess Passanggarahan menjadi saksi bisu jejak kolonial. Bangunan ini pernah berfungsi sebagai tempat persinggahan elit Eropa. Kini, setelah direvitalisasi, menjadi daya tarik wisata sejarah di Tanete.
Warisan Budaya: Rumah Adat, Bahasa, dan Tradisi
Rumah Adat Bola Kambarae
Rumah adat Bola Kambarae atau rumah kembar di Tanete adalah representasi nilai spiritual dan sosial masyarakat Bugis Bulukumba. Arsitekturnya memancarkan filosofi persatuan dan keberkahan.
Bahasa Bugis Bulukumba
Selain arsitektur, Bahasa Bugis Bulukumba juga memainkan peran penting dalam menjaga identitas daerah. Bahasa ini digunakan dalam komunikasi sehari-hari, tradisi adat, hingga penuturan silsilah raja dan legenda rakyat.
Profil Kabupaten Bulukumba: Dari Sejarah ke Modernitas
Profil Kabupaten Bulukumba menunjukkan perkembangan yang pesat. Dulunya dikenal dengan kerajaan-kerajaan kecil dan pusat adat Bugis-Makassar, kini Bulukumba berkembang menjadi kabupaten modern dengan fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga pariwisata.
Peresmian RSUD Pratama Tanete pada 2023 menjadi bukti nyata transformasi layanan publik di daerah ini. Selain itu, Masjid Sitti Aisyah yang berbentuk menyerupai Ka’bah menambah daya tarik religius Bulukumba.
Ekonomi Lokal dan Potensi Wisata
Tanete, Bulukumpa, dan Kindang terkenal dengan hasil pertanian berupa buah-buahan seperti manggis, durian, dan langsat. Profil Kabupaten Bulukumba semakin kuat karena dikenal sebagai daerah penghasil manggis terbaik Sulawesi Selatan. Potensi wisata agraris dan kuliner buah lokal bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan dengan Akar yang Kuat
Sejarah Tanete Bulukumba adalah kisah tentang keberanian, kepemimpinan, dan kearifan leluhur. Dari silsilah raja Tanete, jejak kolonial, sejarah Kindang Bulukumba, hingga kisah rumah Palari di Bulukumba, semuanya menjadi bagian penting dalam membangun identitas daerah.
Dengan memahami Sejarah Bulukumba dan segala peninggalannya, generasi muda dapat menumbuhkan rasa bangga sekaligus melanjutkan pembangunan daerah. Kini saatnya menjadikan Bulukumba bukan hanya dikenal karena sejarahnya, tetapi juga sebagai kabupaten modern yang penuh harapan.
0Komentar