PENERAPAN SISTEM LAYANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SD NEGERI 01 PEKKAE, KABUPATEN BARRU


RATNASARI
NIM : 022909536
Program Studi ilmu Perpustakaan Universitas Terbuka
Email: ratnasari.tarappe@gmail.com
Penerapan Sistem Layanan Perpustakaan Sekolah di SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru



ABSTRAK

Judul penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan sistem layanan perpustakaan sekolah di SD Negeri 01 Pekkae kabupaten Barru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deksriptif kualitatif dengan populasi yaitu semua petugas perpustakaan yang terdiri dari 1 staf perpustakaan, 3 guru yang mempunyai tugas tambahan di perpustakaan. Sedangkan sampelnya yaitu 4 orang, karena mengingat populasinya hanya 4 orang. Teknik pengumpulan data yaitu data primer dan data sekunder, serta dalam menganalisis data digunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem layanan perpustakaan yang digunakan di Perpustakaan SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru adalah sistem pelayanan terbuka yaitu memberikan kebebasan kepada pemakai untuk mencari dan menemukan bahan pustaka yang diperlukan secara langsung. Kelebihan sistem ini adalah pemustaka bebas memilih bahan pustaka di rak, pemustaka tidak harus menggunakan katalog, pemustaka dapat mengganti bahan pustaka yang isinya mirip jika bahan pustaka yang dicari tidak ada, pemustaka dapat membandingkan isi bahan pustaka dengan judul yang dicarinya, bahan pustaka lebih bermanfaat dan didayagunakan, menghemat tenaga pustakawan. Bentuk layanan yang diterapkan di perpustakaan SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru adalah kegiatan layanan umum atau layanan sirkulasi.


Kata Kunci: Perpustakaan Sekolah, Sistem Layanan


PENDAHULUAN

Perpustakaan sekolah merupakan sebuah unit kerja yang terdiri dari beberapa bagian yaitu pengadaan bahan pustaka, pengolahan bahan pustaka dan bagian layanan bahan pustaka. Bagian-bagian tersebut antara yang satu dengan yang lain tidak dapat dipisahkan karena saling adanya keterkaitan.

Tujuan utama penyelenggaraan perpustakaan sekolah adalah meningkatkan mutu pendidikan bersama-sama dengan unsur-unsur sekolah lainnya, dapat membantu menumbuhkan minat baca dan mengembangkan bakat murid serta memantapkan strategi belajar mengajar. Sedangkan fungsi perpustakaan sekolah adalah sebagai pusat informasi, pendidikan, rekreasi, administrasi, pelestarian dan deposit, serta penelitian.

Untuk menunjang fungsi perpustakaan sekolah, maka perlu dijabarkan dalam aplikasi layanan kepada siswa, guru maupun anggota sekolah lainnya seperti wali murid. Pengertian layanan perpustakaan berkembang sejalan dengan perkembangan kebutuhan manusia terhadap informasi. Pada mulanya yang dimaksud dengan layanan perpustakaan adalah menawarkan segala bahan pustaka

yang dimiliki perpustakaan kepada para pengguna yang datang ke perpustakaan yang memintanya.
Keberhasilan suatu perpustakaan dapat digambarkan dari keberhasilan layanannya, yang ditunjang oleh koleksi yang memadai serta sumber daya manusia yang berkualitas. Mengingat perpustakaan sebagai suatu tempat untuk memperoleh informasi, maka perpustakaan harus menyediakan koleksi bahan pustaka yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pemakainya serta kuantitas 

Layanan perpustakaan merupakan tugas yang amat penting dan muara dari semua kegiatan di perpustakaan. Pelayanan perpustakaan berarti kesibukan yang tiada akhir kecuali pelayanan perpus-takaan dinyatakan ditutup. Bahkan ketika perpustakaan ditutup, tugas pustakawan di bagian pelayanan tidak serta merta terbebas dari pekerjaan. Pustakawan di bagian pelayanan masih harus melakukan statistik perpustakaan, merapikan berkas peminjaman dan kartu buku (terutama bagi perpustakaan yang belum menerapkan otomasi perpustakaan), melakukan pengerakan (selving) dan lain-lain. Walaupun bagian pelayanan ini merupakan bagian yang secara langsung berhadapan dengan pemakai dan mungkin dianggap bagian yang paling penting, namun setiap perpustakaan harus menyadari bahwa kelancaran layanan perpustakaan juga tergantung kepada unit-unit lain di perpustakaan. Pelayanan perpustakaan  bukan satu-satunya kegiatan perpustakaan, namun merupakan satu rangkaian kegiatan yang saling  berkaitan satu sama lain.

Tujuan dan fungsi layanan perpustakaan sekolah adalah menyajikan informasi guna kepentingan pelaksanaan proses belajar mengajar dan rekreasi bagi siswa-siswi, dengan menggunakan bahan pustaka yang ada di perpustakaan tersebut. Kegiatan layanan di perpustakaan sekolah meliputi, peminjaman buku-buku, melayani kebutuhan pelajar dalam kelas, menyediakan sumber informasi bagi murid dan guru serta tenaga administrasi sekolah, membimbing siswa untuk mahir dalam mencari informasi secara mandiri. 

Jadi pada hakekatnya layanan perpustakaan adalah pemberian informasi kepada pengguna dimana pengguna memperoleh informasi secara optimal, serta penyediaan sarana untuk penelusurannya. Sedangkan tujuan layanan perpustakaan adalah membantu memenuhi kebutuhan pengguna akan informasi yang sesuai dengan keinginannya.

Sifat dan sistem layanan pada dasarnya bersifat demokratis karena perpustakaan melayani semua warga sekolah tanpa membedakan status sosial, ekonomi, kepercayaan maupun status yang lainnya. semua warga sekolah bebas berkunjung dan memanfaatkan jasa perpustakaan. ada  2 sistem pelayanan perpustakaan yang dikenal dewasa ini: (1) Pelayanan terbuka adalah para pemakai perpustakaan bebas memilih dan mencari sendiri bahan pustaka yang ada di rak buku.  apabila pengunjung mendapat kesulitan dalam memenuhi bahan pustaka yang dicari mereka dapat meminta bantuan kepada petugas  perpustakaan.   Sistem pelayanan terbuka ini ruang baca dan ruang koleksi tidak  ada pemisahnya, berada dalam satu ruangan.  (2) Pelayanan Tertutup.  Pada pelayanan jenis ini petugas yang mengambil bahan pustaka yang diperlukan pemakai.dalam sistem tertutup ini peminjam tidak boleh mengambil sendiri, pengunjung tidak boleh masuk ke ruang koleksi, sehingga pengunjung harus benar –benar mengetahui judul buku yang akan dibacanya. Pengunjung bisa mencari data dikartu katalog. 

Dari fakta yang diperoleh melalui pada observasi awal di Perpustakaan SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru bahwa layanan jasa perpustakaan dan informasi yang diselenggarakan oleh perpustakaan sekolah berupa layanan penyediaan bahan pustaka dan informasi yang dibutuhkan oleh pemakai perpustakaan dan masyarakat pada umumnya dengan mendayagunakan sumber informasi yang merupakan koleksi perpustakaan sekolah SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru maupun sumber informasi yang lain yang bisa didapatkan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat sekolah tersebut.

Sistem layanan perpustakaaan sekolah SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru menggunakan sistem layanan terbuka yaitu perpustakan memberi kebebasan kepada para pemakainya untuk dapat masuk dan memilih sendiri koleksi yang diinginkannya dari rak. Petugas hanya mencatat apabila koleksi tersebut akan dipinjam serta dikembalikan. Kelemahan sistem terbuka, pemustaka banyak yang salah mengembalikan koleksi pada tempat semula sehingga koleksi bercampur, petugas setiap hari harus mengontrol rak-rak untuk mengetahui buku yang salah letak, dan kehilangan koleksi relatif besar.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis merumuskan suatu permasalahan yaitu bagaimana sistem layanan perpustakaan sekolah di SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem layanan perpustakaan sekolah di SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru. 

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang akan digunakan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif. Yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. (Lexy. J. Moleong, 2005) Metodologi Kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengelola perpustakaan SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru. Sedangkan penentuan sampel adalah mengingat populasinya sedikit, maka yang menjadi sampel adalah semua pengelola perpustakaan yaitu sebanyak 4 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: 1) data primer, yakni teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi secara langsung hal yang terjadi di lapangan. Menurut Sugiono (2009:125) mengatakan bahwa tahapan analisis data kualitatif terdiri dari tahapan penjelajahan yakni memilih situasi sosial, serta wawancara kepada informan dengan menggunakan daftar pertanyaan; 2) data sekunder, yakni teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan sumber-sumber informasi ilmiah yang berkaitan dengan materi penelitian berupa buku-buku, karya ilmiah, dan berbagai literatur lainnya sebagai bahan referensi penulis. 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Layanan perpustakaan adalah pemenuhan kebutuhan dan keperluan kepada pengguna jasa perpustakaan. Tugas yang mulia dan tujuan sebenarnya layanan perpustakaan adalah melayani pengunjung dan pengguna perpustakaan. Layanan perpustakaan merupakan salah satu kegiatan teknis yang pada pelaksanaannya perlu adanya perencanaan dalam penyelenggaraannya. Layanan perpustakaan akan berjalan dengan baik apabila akses layanan digunakan tepat dan sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

 Aktivitas layanan perpustakaan dan informasi bararti penyediaan bahan pustaka secara tepat dan akurat dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi bagi para pengguna perpustakaan. Perpustakaan memberikan layanan bahan pustaka kepada masyarakat adalah agar bahan pustaka tersebut yang telah diolah dapat dimanfaatkan dengan cepat oleh masyarakat pengguna perpustakaan.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti dengan informan bahwa sistem layanan yang diterapkan di Perpustakaan SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru adalah sistem layanan terbuka yaitu memberikan kebebasan kepada pamakai untuk mencari dan menemukan bahan pustaka yang diperlukan secara langsung. Tujuan sistem ini layanan terbuka adalah memberikan kesempatan kepada pemakai untuk mendapatkan koleksi seluas-luasnya, tidak hanya sekedar membaca-baca, tetapi mengetahui berbagai alternatif dari pilihan koleksi yang ada di rak, yang kira-kira dapat mendukung materi pelajaran dalam proses belajar mengajar, sistem layanan terbuka biasanya diterakpkan untuk layanan di perpustakaan umum, perpustakaan sekolah, dan perpustakaan perguruan tinggi.

Hasil wawancara peneliti dengan salah satu staf perpustakaan tentang sistem layanan perpustakaan sekolah di SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru. Menurut staf perpustakaan tersebut, bahwa:
“Bahwa sistem layanan yang kami gunakan di perpustakaan ini adalah sistem layanan terbuka, karena petugas kurang dan banyak siswa yang masuk ke perpustakaan, maka kami menggunakan sistem tersebut. Seperti jika ada siswa membutuhkan buku atau meminjam buku, maka siswa tersebut langsung mencari di rak koleksi yang dibutuhkan, kemudian membaca di dekat rak, karena rak sama meja baca berdampingan, akan tetapi jika buku itu mau dipinjam pulang ke rumahnya, maka siswa tersebut datang ke meja petugas untuk diproses dalam rangka peminjaman”.(Wawancara, 15 Maret 2016).

Hasil wawancara di atas diperkuat oleh hasil wawancara dengan beberapa siswa yang datang berkunjung di perpustakaan SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru yang mengatakan bahwa:
“jika kami datang ke perpustakaan untuk membaca atau meminjam buku langsung mencari di rak tanpa ditemani oleh petugas perpustakaan, buku apa yang kami butuhkan dicari sendiri, tapi kalau ada buku yang kami cari baru kami meminta bantuan petugas perpustakaan, dan buku yang kami ingin pinjam pulang ke rumah, kami membawa ke meja petugas untuk diproses peminjaman dengan syarat mempunyai kartu anggota”. (Wawancara, 15 Maret 2016)

Ada beberapa kelebihan yang dapat diambil, apabila perpustakaan menggunakan sistem layanan terbuka, antara lain pemustaka bebas memilih bahan pustaka di rak, pemakai tidak harus menggunakan katalog, pemakai dapat mengganti bahan pustaka yang isinya mirip, jika bahan pustaka yang dicari tidak ada, pemakai dapat membandingkan isi bahan pustaka dengan judul yang dicarinya, menghemat bahan pustaka lebih bermanfaat dan didayagunakan, menghemat tenaga petugas layanan,. Sedangkan kelemahan sistem layanan terbuka adalah pemakai cenderung mengembalikan bahan pustaka seenaknya, sehingga mengacaukan dalam penyusunan bahan pustaka di rak, lebih besar kemungkinan kehilangan bahan pustaka, tidak semua pemakai paham benar dalam mencari bahan pustaka di rak apalagi jika koleksinya sudah banyak, bahan pustaka lebih cepat rusak, dan terjadi perubahan susunan bahan pustaka di rak, sehingga perlu penambahan terus menerus.

Hasil wawancara peneliti dengan salah satu staf perpustakaan tentang kelebihan dan kelemahan sistem layanan perpustakaan sekolah di SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru. Menurut staf perpustakaan tersebut, bahwa:
“bahwa sistem layanan terbuka ini mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kelebihan dari sistem layanan terbuka adalah siswa, guru dan pemustaka lainnya langsung dan bebas memilih buku-buku atau koleksi yang dibutuhkan, tanpa harus menggunakan kartu katalog, dan bisa mengganti bukunya kapan saja, apabila buku tersebut tidak ada informasi yang didapatkan di dalamnya, serta bisa langsung membandingkan isi buku dan judul yang dicarinya. Sedangkan kelemahan sistem ini adalah buku-buku terbongkar, pemustaka menyimpan buku sembarang tempat”. (Wawancara, 17 Maret 2016).

Hasil wawancara di atas diperkuat oleh hasil wawancara dengan salah satu guru yang menjabat sebagai kepala perpustakaan di SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru yang mengatakan bahwa:
“bahwa sistem layanan terbuka ini mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kelebihan sistem layanan terbuka adalah pemustaka langsung dan bebas memilih koleksi yang dibutuhkan, tanpa harus menggunakan kartu katalog, dan bisa mengganti koleksi lainnya tanpa ada batas yang ditentukan. Sedangkan kelemahan sistem ini adalah buku-buku di rak terbongkar, susunan koleksi tidak rapi, banyak buku-buku yang berpindah tempat, pemustaka menyimpan buku sembarang tempat”. (Wawancara, 17 Maret 2016).

Berdasarkan hasil wawancara tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sistem layanan yang digunakan oleh perpustakaan di SD Negeri 01 Pekkae menunjukkan bahwa masih banyak kelemahannya. Hal ini disebabkan beberapa faktor, antara lain : (1) Kartu katalog belum tersedia di perpustakaan; (2) Koleksi di rak belum dikelompokkan berdasarkan klasnya; (3) Kebanyakan pemustaka yang datang berkunjung adalah siswa-siswa yang belum memahami betapa pentingnya menjaga keutuhan koleksi yang ada di dalam perpustakaan, belum memahami bahwa dalam mencari koleksi tidak perlu membongkar semua koleksi yang ada di rak. 

Penerapan sistem layanan terbuka pada perpustakaan SD Negeri 01 Pekkae kabupaten Barru pada setiap bentuk layanan yang ada merupakan sistem yang dimiliki oleh perpustakaan dalam memberikan layanan informasi kepada pemakainya. Bentuk layanan yang ada di Perpustakaan SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru yaitu layanan umum yang meliputi layanan peminjaman dan pengembalian buku, pendaftaran kartu anggota, bebas peminjaman.

Sistem layanan umum yang dilakukan oleh Perpustakaan SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru merupakan salah satu kegiatan  utama bagi perpustakaan dalam hal peminjaman dan pengembalian buku. Agar bahan pustaka yang ada di perpustakaan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemakai, maka staf perpustakaan dituntut untuk selalu proaktif dalam memberikan layanan kepada pemakai sehingga pemakai dapat memperoleh informasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Pada dasarnya yang menjadi anggota perpustakaan dari Perpustakaan SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru semua siswa dan guru serta staf sekolah lainnya yang ada di lingkungan SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru.

Untuk mendaftar menjadi anggota perpustakaan maka setiap siswa, guru dan staf perpustakaan harus memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh perpustakaan. Adapun syarat-syarat adalah sebagai berikut: (1) mengisi formulir yang telah disediakan yang berupa: nama, kelas, alamat, dan tanda tangan anggota. (2) membayar biaya administarasi. (3) menyerahkan pas photo 3x4 sebanyak 2 lembar. 

Proses layanan peminjaman buku di Perpustakaan SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru menyediakan buku materi pelajaran, fiksi, majalah dan koran. Koleksi tersebut hanya beberapa yang boleh dipinjam untuk dibawa pulang seperti buku teks materi pelajaran yang dijadikan buku pegangan untuk membantu proses belajar mengajar di kelas dan buku fiksi. Sedangkan bahan pustaka yang tidak boleh dipinjam pulang atau di baca ditempat seperti majalah, buku teks yang terbatas, Koran, dan lain-lain. Jangka waktu peminjaman buku dapat dibagi atas beberapa bagian: (a) buku paket, dipinjamkan selama 1 semester dipakai dalam proses belajar mengajar , (b) buku cerita atau novel hanya boleh dipinjamkan dalam jangka waktu satu sampai tiga hari, dan (c) jika hanya 1 judul buku dan 1 eksemplar yang tersedia, maka buku hanya boleh di baca di tempat saja dan tidak boleh dibawa pulang.

Prosedur peminjaman buku adalah sebagai berikut: 1. Pemustaka langsung menuju ke rak buku untuk mengambil buku yang diinginkan dan mengisi nomor anggota perpustakaan pada slip peminjaman dan kartu buku pada buku yang dipinjam, 2. pemustaka menyerahkan buku yang akan dipinjam dan menyerahkan kepada tenaga staf layanan peminjaman dengan melampirkan kartu anggota perpustakaan, 3. Staf perpustakaan memeriksa keabsahan kartu anggota perpustakaan dan meneliti buku yang akan dipinjam, 4. Setelah meneliti kartu anggota perpustakaan dan buku yang akan dipinjam, staf perpustakaan membubuhkan stempel tanggal pengembalian pada kartu buku, lalu menyerahkan buku tersebut kepada pemakai, 5. Staf perpustakaan menyusun kartu peminjam dalam kotak kartu menurut namanya bedasarkan abjad.

Proses layanan pengembalian buku yang dipinjam oleh pemakai di Perpustakaan SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru, dimana siswa harus dikembalikan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan yang pada kartu peminjaman dan distempel pada kartu peminjaman yang ditempel dalam buku. Prosedur pengembalian buku yang dilakukan pada perpustakaan SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru adalah sebagai berikut: 1. Pemustaka menyerahkan buku yang akan dikembalikan; 2. staf perpustakaan mengembalikan kartu anggota perpustakaan kepada pemakai dan memasukkan kartu buku kedalam kantong buku. Bagi pemustaka yang terlambat mengembalikan buku, maka dikenakan denda yang ditetapkan Perpustakaan SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru adalah Rp. 1000, tujuan perpustakaan mengenakan denda bagi pemustaka yang terlambat mengembalikan buku adalah: 1) agar pemakai selalu tepat waktu mengembalikan buku-buku yang dipinjam, 2) agar pemakai pada umumnya tidak dikurangi haknya untuk meminjam buku-buku di perpustakaan. Jadi, denda  ini sama sekali bukan hukuman bagi pemakai yang terlambat mengembalikan buku, tetapi dimasukkan untuk mendorong pemakai agar menjadi pemustaka buku yang baik dan disiplin.

PENUTUP

Berdasarkan hasil dan pembahasan tentang penerapan sistem layanan perpustakaan sekolah di SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa penerapan sistem layanan perpustakaan yang digunakan di Perpustakaan SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru adalah sistem pelayanan terbuka yaitu memberikan kebebasan kepada pamakai untuk mencari dan menemukan bahan pustakan yang diperlukan secara langsung. Kelebihan sistem ini adalah pemustaka bebas memilih bahan pustaka di rak, pemustaka tidak harus menggunakan katalog, pemustaka dapat mengganti bahan pustaka yang isinya mirip jika bahan pustaka yang dicari tidak ada, pemustaka dapat membandingkan isi bahan pustaka dengan judul yang dicarinya, bahan pustaka lebih bermanfaat dan didayagunakan, menghemat tenaga pustakawan. Bentuk layanan yang diterapkan di perpustakaan SD Negeri 01 Pekkae Kabupaten Barru adalah kegiatan layanan umum atau layanan sirkulasi.

Sesuai kesimpulan di atas, maka penulis memberikan saran bahwa dalam rangka memaksimalkan penerapan sistem layanan terbuka dalam rangka menutupi kelemahan-kelemahan sistem tersebut, maka perlu sumber daya manusia yang professional, koleksi perlu diolah sesuai dengan standar pengolahan, penambahan pengelola perpustakaan, bimbingan pemakai perlu ditingkatkan, perlu sosialisasi tentang pemanfaatan perpustakaan, terutama sistem layanan yang diterapkan di perpustakaan SD Negeri 01 Pekkae kabupaten Barru

DAFTAR PUSTAKA

Bafadal, Ibrahim. (2008). Pengelolaan perpustakaan sekolah . Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.

Lexy J. Moleong. (2005). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Martoadmojo, Karmidi. (1994). Pelayanan Bahan Pustaka, Jakarta : Universitas Terbuka.

Sinaga, Dian. (2011). Mengelola Perpustakaan Sekolah. Bandung : Penerbit  Bejana.

Sugiono, (2009). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung : Alfabeta. 

Yusuf, Pawit M. (2007). Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Penerbit Kentana.