Tatkala bertandang ke Riau, rasanya kurang afdhal jika tidak merasakan kelezatan kuliner khas satu ini. Namanya adalah Bolu Kemojo. Bolu ini kerap dijadikan sebagai pilihan tepat menemani secangkir teh atau segelas kopi, baik di pagi, siang, sore, atau malam hari. Kuliner khas kota bertuah ini tetap terjaga seiring dengan bergulirnya waktu. Salah satu cara menjaganya adalah dengan terus menghidangkannya tatkala ada acara-acara adat, acara-acara keluarga, dan acara lain.

Bolu Kemojo, Buah Tangan Khas Riau


Tentu, bolu ini sangat Familiar di telinga orang-orang Riau, karena bolu ini merupakan salah-satu makanan khas Riau yang sering dijadikan buah tangan. Bolu dengan warna hijau memukau yang siap memanjakan lidah ini dibuat dengan menggunakan cetakan yang berbentuk cantik, Bunga Kamboja. Namun, jika kamu ingin membuatnya sendiri dan tidak memiliki cetakan khas Bolu Kemojo, kamu bisa menggunakan cetakan bolu biasa kok. Apalagi jika ternyata kamu memang memiliki waktu luang dan kegemaran memasak, tentu Bolu Kemojo ini bisa menjadi pilihan menu memasak kamu.

Keunikan apa saja yang ada pada Bolu Kemojo?

1. Warisan Nenek Moyang

Pada setiap gigitan bolu ini, terdapat sejarah menarik yang unik loh. Meski dikenal nyaris semua orang Riau, namun siapa sangka jika ternyata hanya sedikit yang mengetahui latar belakang sajian lezat dengan bentuk yang indah ini.

Aktivitas membuat dan menyajikan bolu yang dibuat dengan cetakan bunga kamboja ini telah diwariskan secara turun-temurun selama puluhan tahun yang digunakan dalam acara adat. Karena ketika acara adat dibutuhkan bolu yang banyak, maka Bolu Kemojo ini membutuhkan dan melibatkan banyak orang dalam proses pembuatannya. Sehingga harus dimasak dengan bergotong-royong.

2. Dibuat tanpa Bahan Pengawet

Tekstur Bolu Kemojo berbeda dengan kebanyakan bolu pada umumnya yang bertekstur manis, lembut, bak spons. Sementara itu, Bolu Kemojo bertekstur cukup padat seperti bantat, dan tidak jauh berbeda dengan kue basah. Rasanya juga cukup menawan, karena perpaduan antara manis dan gurih dari santan dengan aroma pandan dan telur yang soft.

apalagi kue ini sudah diturun temurun dari nenek moyang dibuat tanpa bahan pengawet. sangat nikmat jika langsung dinikmati ketika dihidangkan, dalam kondisi hangat-hangat, aroma semerbak dan rasa perpaduan manis dan gurih siap membuatmu ketagihan.

Bahan yang digunakan juga sangat simple, hanya membutuhkan gula, telur, santan, daun pandan, garam, dan terigu. Warna hijau yang indah dari bolu ini berasal dari campuran antara air daun pandan dan air daun suji. Sangat Alami. Proses pembuatannya pun masih menggunakan warisan nenek moyang, yakni dikukus tradisional sehingga menghasilkan aroma yang lebih khas dan menggoda.

Karena proses pembuatan bolu ini tanpa menggunakan pengawet, maka tentu daya tahannya tidak lama, hanya sekitar tiga hingga lima hari, itupun jika disimpan dengan baik dan benar.

3. Ada Varian Rasa

Karena mengikuti tren yang terjadi di masyarakat, makanan tradisional ini harus terus dilestarikan agar tidak kalah menggiurkan dengan makanan-makanan kekinian, karena itulah bolu kemojo terus berinovasi agar tetap dapat dinikmati hingga kini, yakni dengan cara menambahkan berbagai varian rasa.

Meski demikian, kamu tidak perlu khawatir, karena meskipun telah berevolusi menjadi banyak rasa, kamu tetap dapat merasakan kelezatan bolu ini dengan ciri khasnya kok, dan tetap dibuat tanpa menggunakan pengawet.

kamu bisa menikmati rasa jagung, buah naga, pisang, cokelat, dan varian lainnya. Untuk menghadiahinya sebagai buah tangan ke kampung halaman, kamu tidak perlu khawatir, karena kue tradisional yang lezat ini dijual dengan harga ramah kantong. Cukup dengan Rp. 15.000 per bijinya.

Beberapa toko kue yang bisa kamu pilih untuk membeli Bolu Kemojo ini ada bolu kemojo Bolu Kemojo Mini Mimie, Bolu Kemojo al-Mahdi, dan Bolu Kemojo Puan Arni.