Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Suka Duka Menjadi Penulis Lepas

suka duka menjadi penulis lepas

 

Menjadi seorang penulis merupakan sebuah cita-cita yang terbilang luar biasa. Hal ini karena menulis merupakan salah satu upaya dalam merawat ilmu pengetahuan dan meluaskan nalar. Sebab, seorang penulis bisa menghasilkan berbagai tulisan dari aktivitas luar biasa yang bernama 'membaca'.  Tak hanya itu, bahkan saat ini ada banyak sekali manfaat dari kegiatan sederhana ini yang telah dibuktikan di berbagai penelitian, salah satunya adalah lebih bahagia, karena menulis adalah kegiatan yang bisa membahagiakan diri sendiri. Hanya saja, menulis bukanlah sesuatu hal yang mudah terutama bagi kamu yang belum terbiasa, karena agar bisa menulis secara konsisten, dibutuhkan sebuah perjuangan panjang yang tak mudah. 

Mungkin bagi mereka yang belum terjun ke dunia tulis-menulis, menulis hanya dipandang sebagai sesuatu pekerjaan yang penuh dengan berbagai keuntungan, padahal sebenarnya ada banyak sekali hal yang kurang enak dari menjadi seorang penulis terutama seorang penulis lepas. Berikut beberapa suka duka menjadi seorang penulis lepas. 

Suka suka menjadi penulis lepas yang pertama dari Segi Penghasilan

Kalau kita berbicara tentang penghasilan, tentu penghasilan seorang penulis lepas tergantung dengan seberapa giat dia melakukan promosi. Hal ini karena salah satu sumber penghasilan penulis lepas adalah dari para klien. Di mana para klien ini hanya bisa didapatkan ketika seorang penulis lepas rajin mempromosikan dirinya sebagai penulis. Maka jika seorang penulis lepas semakin sering dia melakukan promosi kemungkinan mendapatkan penghasilan akan jauh lebih tinggi daripada jarang melakukan promosi. Biasanya, jika sedang ramai, penghasilan seorang penulis lepas bisa mencapai Rp. 3 juta lebih, tapi jika sedang sunyi ya mungkin untuk mendapatkan Rp. 1 juta saja terbilang cukup sulit. Maka dari sini kita dapat melihat bahwa seorang penulis lepas harus bisa melakukan promosi sebaik dan sekreatif mungkin demi mendapatkan klien, apalagi saat ini sudah banyak sekali penulis lepas lainnya. 

Suka duka menjadi penulis lepas yang dari segi waktu

Hal ini masih berkaitan dengan poin yang pertama, yakni penghasilan. Apabila ternyata memang sedang banyak orderan, maka seorang penulis lepas harus bisa mengorbankan banyak waktunya demi menyelesaikan orderan yang diterima, sementara ketika sedang sepi biasanya seorang penulis lepas akan mencoba untuk menulis artikel yang nantinya bisa saja dijual ke orang yang memang bersedia membeli dengan tidak adanya jaminan bahwa tulisan tersebut akan dibeli oleh orang lain. 

Suka duka menjadi penulis lepas dari segi waktu libur

 suka duka menjadi penulis lepas yang berikutnya adalah dari segi waktu libur. Ketika orderan tengah menggunung seorang penulis lepas akan kesulitan untuk mencari waktu libur, padahal sebenarnya berlibur adalah salah satu cara agar terus produktif dalam menghasilkan karya atau menyelesaikan orderan dari client. 

Suka duka menjadi penulis lepas yang terakhir dari segi di depan laptop

Suka duka menjadi penulis lepas adalah harus siap berada di depan laptop selama berjam-jam hal ini hampir sama dengan mereka yang profesinya sebagai editing video. kamu bisa memilih waktu libur mu sendiri.

Nah jika saat ini kamu sedang menginginkan menjadi seorang penulis lepas ada baiknya memahami dengan baik beberapa suka duka menjadi penulis lepas di atas. Hal ini agar kamu tidak menyesal kemudian. Kamu harus mempertimbangkan ke empat poin di atas supaya bisa bekerja menjadi seorang penulis lepas secara konsisten dan kamu bisa menjalankannya dengan enjoy.


Ilmu Hadis
Ilmu Hadis Ilmu hadis merupakan salah satu jurusan yang mulai diminati oleh banyak calon Mahasiswa.

Posting Komentar untuk "Suka Duka Menjadi Penulis Lepas"