Budaya Kerja Positif untuk Meningkatkan Karir

Anda yang ingin mengalami peningkatan karir maka diperlukan etika dan budaya kerja positif guna mencapainya. Ya, semua bermula dari sikap sehingga bisa maju ke masa depan yang lebih baik. Anda harus menganggap pekerjaan Anda sebagai karir di mana dalam waktu tertentu akan mengalami peningkatan.

Budaya Kerja Positif untuk Meningkatkan Karir

Etika dan budaya kerja positif mendorong seseorang untuk mencapai peningkatan karir dengan baik dan punya rencana dalam hal produktivitas kerja.

Manfaat Budaya Kerja Positif

Beberapa manfaat yang akan diperoleh dengan adanya etika dan budaya kerja positif antara lain:

  • Komunikasi menjadi lebih efektif
  • Karir bisa menjadi cepat berkembang
  • Muncul rasa kekeluargaan
  • Punya kemampuan inter dan intra personal meningkat
  • Aura kantor terasa lebih bersahabat
  • Produktivitas kerja akan meningkat
  • Budaya bersaing dengan cara sehat
  • Sistem kerja akan berjalan sesuai dengan peraturan perusahaan
  • Punya sikap saling menghargai satu sama lain.

Namun tentu untuk memperoleh manfaat-manfaat tersebut tidak mudah. Ada berbagai faktor hambatan yang bisa kita hadapi guna meningkatkan karir.

Untuk itu mari kita mengetahui hambatan-hambatan tersebut agar bisa mengambil langkah-langkah pencegahan:

Malas

Satu hal pertama dan terutama hambatan untuk mencapai karir yang jelas adalah malas. Rasa malam tidak ada obatnya, begitu kata orang. Hanya Anda sendirilah yang bisa ‘membangkitkan’ diri sehingga jangan sampai menghambat pekerjaan.

Perhitungan

Bekerja tidak hanya dinilai dari uang saja. Maka dari itu, ketika bekerja maka jangan perhitungan dengan setiap ‘tetes’ keringat Anda. Tidak perlu segan untuk mengulurkan bantuan pada rekan kerja ataupun atasan. Ini akan membangun etika dan budaya kerja positif.

Pasif

Agar bisa mencapai kerja sama yang baik dalam sebuah perusahaan maka perlu peran aktif bukan pasif dari setiap pegawai. Anda sebagai karyawan pun dapat berbagi ide demi kemajuan perusahaan.

Moody

Salah satu ‘penyakit’ paling umum yang dialami oleh pekerja adalah sikap moody. Padahal sikap moody di mana bekerja hanya berdasarkan perasaan baik atau tidak malah akan menghancurkan karir Anda. Ini dikarenakan bisa saja apa yang sudah direncanakan malah berantakan karena Anda bekerja tidak sesuai dengan jadwal lagi.

Etika dan Budaya Kerja Positif

Nah untuk meningkatkan karir Anda maka cobalah untuk mulai menerapkan etika dan budaya kerja positif dalam diri Anda. Beberapa sifat dan sikap yang bisa Anda mulai adalah beberapa hal berikut ini:

Komunikasi secara efektif

Komunikasi mutlak dibutuhkan dalam setiap aspek kehidupan, tidak terkecuali untuk urusan pekerjaan. Mulai dengan komunikasi dengan sabar dan lapang hati. Ajukan ide dan niat serta bahkan keberatan Anda pada rekan kerja ataupun atasan secara jelas dan runtut.

Tinggalkan masalah pribadi di rumah

Jangan pernah membawa masalah pribadi ke kantor, jika Anda tidak ingin pekerjaan berantakan. Belajar untuk memisahkan antara masalah pribadi dan pekerjaan. Bagaimanapun jika Anda tidak bekerja, masalah pribadi bahkan bisa menjadi lebih ruwet bukan?

Budaya kerja yang sehat

Menciptakan budaya kerja yang sehat di antara sesama pegawai. Anda bisa memulai dari diri sendiri dengan cara selalu tersenyum ketika berpapasan dengan rekan kerja. Berikan selamat ketika ada rekan kerja yang menghasilkan prestasi dan berikan semangat ketika ada rekan kerja sedang bermasalah.

Tepat waktu

Tepat waktu merupakan kunci sukses lainnya untuk meningkatkan karir. Dengan selalu tepat waktu maka Anda akan dipercayakan lebih lagi untuk tanggung jawab berikutnya.

Belajar bekerja dalam tim inti

Cobalah untuk masuk dalam daftar orang-orang pilihan dan belajar untuk bekerja dalam tim. Apalagi di Indonesia, etika dan budaya kerja masih tergolong konservatif yakni suka bekerja sama dengan banyak orang.

Ya, intinya adalah etika dan budaya kerja positif merupakan kunci sukses meningkatkan karir. Berbagai hal positif ini, Anda akan mendapatkan hasil positif pula.

0 Komentar