Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Konsumsi Mie Instan Dengan Benar, Agar Kondisi Tetap Sehat dan Terjaga

Mie instan sepertinya sering di cap buruk karena cenderung tidak menyehatkan. Bahkan banyak yang beranggapan bahwa keinginan untuk mengkonsumsi mie instan adalah ‘guilty pleasure’. Namun, kita sendiri bahkan sering tergoda akan aroma dan rasa dari mie instan tersebut. Lalu, agar bisa tetap sehat, bagaimanakah cara menikmati mie instan yang tepat?

Konsumsi Mie Instan Dengan Benar, Agar Kondisi Tetap Sehat dan Terjaga

Berikut ini adalah beberapa cara menghidangkan mie instan agar tetap sehat, menurut Prof. Dr. dr. I Made Djaja, SKM, MSc, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

1. Selalu memperhatikan tanggal kadaluwarsa

Biasanya, anda bisa melihat tanggal kadaluwarsa pada bungkus luar mie instan. Lamanya tanggal kadaluwarsa pada mie instan biasanya hanya sekitar 6 bulan. Sebelum memasak mie, anda harus terlebih dahulu melihat tanggal kadaluwarsanya. Prof. Made menjelaskan bahwa bumbu pada mie instan lebih cepat kadaluwarsa daripada mienya.

2. Frekuensi

Apa saja yang dilakukan secara berlebihan pasti hasilnya tidak akan baik. Seperti itulah hal yang terjadi, jika anda terlalu berlebihan mengkonsumsi mie instan. Prof. Made, selaku Kepala Unit Riset dan Pengabdian Masyarakat menuturkan bahwa cukup satu minggu satu kali untuk pengkonsumsian mie instan. Kekurangan nutrisi adalah akibat dari seringnya menyantap mie instan tanpa diimbangi dengan nutrisi yang cukup. Ini dikarenakan mie instan sangat minim akan nutrisi selain karbohidrat.

3. Cara Memasak yang Benar

Ada baiknya untuk mengikuti cara memasak yang terletak di belakang kemasan mie instan, agar mie tersaji lezat. Jangan terlalu lama, karena mie akan lembek, dan juga jangan terlalu cepat, karena mie akan keras dan tentu saja susah untuk dicerna. Namun, ada banyak perdebatan akan air rebusan mie yang bisa berdampak tidak baik pada kesehatan. Air rebusan mie yang turut dikonsumsi biasanya dapat menambah kegurihan dan kelezatan dari mie tersebut. Prof. Made menerangkan bahwa tidak masalah menggunakan atau tidak menggunakan air rebusan mie untuk dikonsumsi bersama dengan mie.

4. Mengurangi Bumbu

Memang sangat nikmat menyantap semangkuk mie bersama dengan kuahnya yang panas saat cuaca dingin atau habis hujan. Sayangnya, bumbu mie yang biasa kita pakai mengandung MSG dan sodium dengan kadar yang tinggi. Ada baiknya untuk tidak menyeruput kuah mie sampai habis. Atau, lebih baik lagi jika anda membuat bumbu racikan sendiri yang bebas MSG. Anda juga bisa mengurangi bumbu, saat membuat mie goreng. Bila perlu kurangi sampai setengah bagian.

5. Membuat Topping

Anda harus tetap mengkonsumsi mie dibarengi dengan asupan gizi yang seimbang, untuk mengimbangi mie instan. Sebaiknya, tambahkan asupan mineral, serat, protein, vitamin, dan lemak saat menyantap mie instan yang merupakan sumber dari karbohidrat. Coba pilih makanan yang memiliki gizi tinggi sebagai topping seperti telur, bakso, sosis, sayuran, maupun daging. Cara ini tentu saja membuat mie lebih sehat dan memiliki gizi yang seimbang. Dan lebih bagusnya lagi, mie akan terasa lebih nikmat dengan hadirnya toping tersebut.

Nah, walaupun mie sering kali dicap sebagai makanan yang tidak memiliki gizi yang cukup, bagaimana kalau anda sendiri yang mensiasatinya agar makanan tersebut tetap sehat untuk dikonsumsi. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan saat mengolah makanan. Makanan yang diolah dengan cara yang tidak bersih, akan menyebabkan banyak penyakit. Agar tetap sehat, ada baiknya anda mengikuti 5 cara memasak mie diatas.