Kisah Sayyidina Ibnu Zubair Radhiyallahu 'anhuma Meminum Darah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam

Kisah Sayyidina Ibnu Zubair Radhiyallahu 'anhuma Meminum Darah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam

MembagikanKisah.com - Suatu ketika, Baginda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam berbekam. Kemudian memberikan darah yang keluar kepada Sayyidina Ibnu Zubair Radhiyallahu 'anhuma dan bersabda, "Pendamlah!" Sayyidina Ibnu Zubair Radhiyallahu 'anhuma pergi membawa darah tersebut, lantas meminumnya. Selanjutnya, ia menghadap Baginda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Sudah saya pendam." Baginda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bertanya, "Di mana?" Ia menjawab, "Saya meminumnya." Baginda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang di dalam tubuhnya mengalir darahku, ia tidak akan disentuh api neraka. Tetapi, kamu akan membunuh orang-orang dan orang-orang akan membunuh kamu." (dari Kitab Khamis)


Faidah

Semua yang keluar dari tubuh Baginda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam seperti kotoran, air kencing, dan sebagainya itu suci (Begitu pendapat yang shahih dari jumhur ulama (Asy-syifa). Untuk itu, tidak perlu dipertanyakan lagi perbuatan Sayyidina Ibnu Zubair Radhiyallahu 'anhuma tersebut. Maksud sabda Baginda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam 'kamu akan membunuh orang-orang dan orang-orang akan membunuh kamu' adalah isyarat kekuasaan atau kepemimpinannya. Meskipun ia memimpin akan ada yang menghancurkannya.

Sesuai dengan sabda Baginda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, ketika Sayyidina Ibnu Zubair Radhiyallahu 'anhuma lahir, beliau menyatakan beberapa isyarat bahwa ia ibarat seekor domba yang dikelilingi sekumpulan serigala-serigala yang berpakaian. Ternyata yang terjadi kemudian adalah pertempuran yang terkenal antara Sayyidina Ibnu Zubair Radhiyallahu 'anhuma melawan Yazid bin Muawwiyah dan Abdul Malik. Sayyidina Ibnu Zubair Radhiyallahu 'anhuma syahid dalam pertempuran tersebut.


Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel