PustakawanBarru.com - Jika ada teman atau sahabat yang mengajari kalian berhutang untuk memulai sebuah usaha, sudah dipastikan itu adalah langkah yangg salah..

Salah 1 pertanyaan klasik yang sering disampaikan dalam diskusi bisnis "adakah hutang untuk usaha?"



Diskusi Bisnis : Adakah Hutang Untuk Usaha?


Bila kita telaah, saya pikir hanya ada 3 sebab pelaku usaha berhutang, yaitu:


1. Untuk memulai usaha

Memulai usaha dengan hutang merupakan kesalahan besar. Karena bisnis baru pasti resiko kegagalannya sangat tinggi. Pemula bisnis yang memulai usaha dengan hutang berarti meLEVERAGE resikonya. Akan sangat berat tentunya jika bisnisnya betul-betul gagal. Sudah rugi masih harus bayar hutang pula. Bisa-bisa seumur hidup akan terlilit dengan hutang.

Teladan kita Rasulullah SAW tidak pernah loh.. mengajarkan memulai usaha dengan hutang. Beliau mengajarkan untuk memulainya dengan semua sumber daya yang kita miliki. Contohnya, Abdurahman bin Auf pun bisa menjadi pengusaha kaya raya tanpa finansial atau phisycal aset apalagi hutang. Hanya mengandalkan apa yang ada pada dirinya.


2. Penggunaan hutang untuk pengembangan bisnis? 

Biasanya alasan yang dijadikan pembenaran untuk berhutang pada situasi ini adalah agar tidak kehilangan momentum atau peluang dan ingin mempercepat pengembangan bisnis.

Saat seorang pengusaha berhutang dengan dalih 'hutang untuk pengembangan bisnis" . Dalih ini sesungguhnya dia telah memaksa dirinya untuk bergerak diluar kemampuan atau kapabilitasnya, tidak sabar dan mungkin ada sedikit kesombongan berupa keyakinan akan bisa meraih penghasilan yang bisa digunakan untuk membayar semua kewajiban dari hutang tersebut. Tanpa sadar pada saat yang bersamaan kita melanggar larangan Allah sekaligus mengesampingkan kuasa-Nya atas hasil usaha kita.

Usaha yang dikembangkan dengan hutang otomatis akan mendapatkan beban yang lebih besar berupa bunga. Kewajiban untuk membayar bunga (riba) + pokoknya tentu akan mengganggu kelancaran arus kasnya. Tekanan ini akan mendorong perilaku pengusaha untuk melakukan apapun demi bisa memenuhi kewajibannya kepada kreditur. Menjual obral, Menunda apa yang sudah menjadi hak karyawan, menambah hutang baru dan yang paling parah adalah ngemplang (menghindar dari keharusan membayar utang). Alih-alih mengembangkan usaha, Hal ini tentu justru mendorong usaha kepada kebangkrutan.


3. Dorongan terakhir pelaku usaha berhutang adalah untuk memenuhi kebutuhan cash flownya

Jika ini yang terjadi, menunjukkan cash in bisnisnya LEBIH KECIL daripada cash out nya. Bisnis yang pengeluarannya lebih besar dibanding pemasukannya berarti ada yang salah dalam manajemen atau bisnisnya sendiri. Mungkin bisnisnya bagus tapi pengelolaannya tidak baik. Sehingga banyak piutang macet atau tingkat penjualan yang rendah. Mungkin bisnisnya telah masuk pada tahap sunset. Dalam keadaan demikian tentu saja hutang BUKANLAH SOLUSI. Bisnis yang mengalami pendarahan jika diinjeksi hutang tanpa perbaikan pada akar masalahnya hanya akan menambah pendarahan dan mempercepat proses kematiannya.

Jadi, masihkah kita perlu berhutang untuk berbisnis??? 
Masihkah berpikir hutang adalah leverage??
Yang benar saja...
Lebih Enak Hidup Tanpa Utang