Jangan Terbiasa Hanya Jadi Anak Kampus

Dewasa ini, istilah mahasiswa semakin sering didengar dalam percakapan sehari-hari, hal ini lantaran maraknya aksi demonstrasi yang mengatasnamakan gerakan mahasiswa yang menuntut perbaikan atas kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah yang konon tidak berpihak pada rakyat kecil. Namun, apa sebenarnya mahasiswa itu? Tentu ada banyak definisi dan persepsi mengenai kata ini. Menurut Wikipedia.org, mahasiswa atau mahasiswi adalah panggilan untuk orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di sebuah universitas atau perguruan tinggi.

Jangan Terbiasa Hanya Jadi Anak Kampus


Secara harafiah Mahasiswa diartikan manusia yang tidak hanya terdaftar dan belajar di perguruan tinggi (PT), kuliah di kelas dan menghafal apa yang dikatakan dosen, tetapi jauh dari itu mahasiswa adalah manusia yang diharapkan menjadi pelopor bagi kemajuan dan penopang keberlangsungan hidup di masyarakat.

Filosofi Mahasiswa artinya apabila telah mampu untuk melaksanakan perubahan, pembaharuan dan perbaikan di berbagai bidang kehidupan, sebagaimana tokoh yang dianggap sebagai pemikir modern Rene Descrates (1509 – 1650) menegaskan bahwa “rasio manusia dapat memahami alam semesta dan melakukan perbaikan untuk kesejahteraan manusia”. Dalam hal ini, nilai ideal yang bisa kita kutip dari Rene Descrates adalah  seorang Mahasiswa telah mampu melakukan suatu gerakan maka itulah yang dinamakan mahasiswa seutuhnya.

Selain itu, sebagai mahasiswa berbagai macam lebel pun disandang, ada beberapa macam label yang melekat pada diri mahasiswa, misalnya: Agent Of Change, agent perubahan, Iron Stock, sumber daya manusia dari mahasiswa itu tidak akan pernah habis, Social Control, pengontrol kehidupan sosial yang pada masyarakat. Apakah Mahasiswa yang sekarang telah melaksanakan tanggung jawabnya secara utuh ? Jawabannya tentu tidak, seperti yang di katakan oleh Soekarno bahwa “ Berikan aku 10 pemuda, maka aku akan mengguncang dunia”.

Kenyataannya, sungguh sangat mencengangkan bukan pemuda yang mengguncang dunia melainkan dunia yang mengguncang mahasiswa. Penulis sengaja menggunakan istilah “dunia mengguncang mahasiswa”, karena melihat kondisi sekarang ini tidak sedikit mahasiswa yang mengalami disorientasi.

Mahasiswa hari ini seolah-seolah kampus dijadikan untuk mengejar ijazah, memburu gelar, dan karier, bukankah makna agent of change sebagai pejuang untuk kepentingan umum, kepentingan rakyat. Dimana martabat sebagian mahasiswa hanyalah sekumpulan robot. Mengikuti perkuliahan setelah itu pulang ke kos, malamnya mereka habiskan untuk begadang yang tidak jelas. Besok begitu, lusapun demikian.Untuk istilah trennya disebut Anak Kampus atau Kupu-Kupu (Kuliah Pulang – Kuliah Pulang)

Dari 100% mahasiswa yang ada di Negeri ini, hampir 95% tidak sadar akan tanggung jawabnya sebagai generasi perubahan atau yang akan mengubah dunia. Nah mari kita bayangkan seberapa banyak mahasiswa yang telah menghabiskan pundi – pundi emas keluarganya namun tetap belum bisa merubah tingkat kognisi dan pemikirannya sehingga ketika Ia pulang tidak membawa perubahan apa pun untuk dirinya lebih lanjut untuk masyarakatnya. Saya berharap Anda tidak salah satu dari mahasiswa itu.

Yang lebih mengherankan justru malah banyak mahasiswa yang menambah daftar permasalahan kehidupan di masyarakat dengan berperilaku yang tidak sesuai dengan norma dan aturan masyarakat, bangsa dan negara. Seks bebas, narkoba, demo anarkis  dan lain-lain tidak lepas dari perilaku negatif mahasiswa hari ini. Fakta yang sekarang yang kita bisa lihat kebanyakan mahasiswa yang lulus di perguruan tinggi itu tidak sesuai minat dan bakatnya, jadi memang susah bagi mereka untuk mempelajari pelajaran yang tidak sesuai minatnya.

Yang lebih mengherankan justru malah banyak mahasiswa yang menambah daftar permasalahan kehidupan di masyarakat dengan berperilaku yang tidak sesuai dengan norma dan aturan masyarakat, bangsa dan negara. Seks bebas, narkoba, demo anarkis  dan lain-lain tidak lepas dari perilaku negatif mahasiswa hari ini. Fakta yang sekarang yang kita bisa lihat kebanyakan mahasiswa yang lulus di perguruan tinggi itu tidak sesuai minat dan bakatnya, jadi memang susah bagi mereka untuk mempelajari pelajaran yang tidak sesuai minatnya.

Banyak mahasiswa bingung menyalurkan ilmu yang ia dapat diperkuliahan, kadang ia berkata dalam hati “saya jurusannya IT tapi passion saya kurang terhadap penguasaan ilmu IT,” nah karena gemelut pemikiran dan hatinya yang bertentangan menyebabkan ia bingung untuk mempraktekkan apa yang ia dapat didunia kerja. Sehingga ketika ia lulus harus menganggur selama bertahun-tahun.

Nah sudah sebaiknya kita berusaha untuk mencoba keluar dari ZONA NYAMAN kita, Anggaplah dirimu burung elang yang akan terbang bebas di angkasa, menentukan arah tujan hidupmu kemana. Jangan mau menjadi burung elang yang sayapnya terantai, yang selalu fokus untuk belajar…belajar…dan belajar. Tanpa berani untuk keluar dan mencoba. Mari kita tinggalkan Paradigma lama, yang mengatakan kita hanya untuk menjadi anak kuliahan, yang tugasnya hanya belajar dan menuntut ilmu.

0 Response to "Jangan Terbiasa Hanya Jadi Anak Kampus"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel