Tradisi Pesta Panen Birue, Budaya Lokal Yang Masih Terpelihara Sampai Sekarang

Tradisi Pesta Panen Birue, Budaya Lokal Yang Masih Terpelihara Sampai SekarangBlog Sederhanaku >> Tradisi Pesta Panen Birue, Budaya Lokal Yang Masih Terpelihara Sampai Sekarang - Dusun Birue, Desa Siawung, Kecamatan Barru Kabupaten Barru, Kamis pagi, hiruk pikuk dengan kendaraan yang keluar-masuk ke dusun ini. Penduduk dusun ini tumpah ruah ke jalan desa yang masih berbatu, berbaur dengan penduduk dari luar daerah yang sengaja datang hanya untuk mengikuti suatu acara. Ibu-ibu pun beriringan sambil membawa nanpan besar di kepalanya menuju suatu tempat. Inilah suasana yang terlihat menjelang pelaksanaan tradisi makjene-jene.

Majekne jene ini juga disebut dengan lebaran birue karena pada pelaksanaan semua rumah menghidangkan makanan tamu yang datang, seperti kalau hari Lebaran. Makjene jene adalah salah satu rangkaian kegiatan dari pesta panen yang diadakan setiap tahun di Dusun Birue.
Makjene jene yang berarti membasahi anggota tubuh dengan air sehabis panen. Kegiatan ini merupakan ungkapan kesyukuran masyarakat akan hasil panen yang diperoleh tahun ini yang dikemas dalam bentuk pesta panen selama seminggu.
Pesta panen ini terdiri atas tiga rangakaian kegiatan. Dimulai dengan manre-manre ku wae tuwoe (makan-makan di mata air ), kemudian mappadendang berupa pesta rakyat dan puncaknya adalah makjene jene.
Keunikan dari manre-manre ku wae tuwoe  karena hanya diikuti kaum laki-laki, dan makanan yang dibawa untuk dimakan di tempat ini pun masih mentah dan diolah di lokasi mata air oleh kaum lelaki ini juga.
Selanjutnya, mappadendang dalam bentuk pesta hiburan malam yang berlangsung dua malam berturut-turut dengan menampilkan hiburan tradisional dan hiburan modern. Kegiatan terakhir sebagai puncak kegiatan pesta panen adalah acara makjene jene.
Acara ini dimulai dengan pembacaan doa oleh ketua adat, lalu makan bersama. Semula acara makjene-jene ini hanya berupa massiri atau memercikkan air ke badan yang dilakukan oleh ketua adat setempat kepada masyarakat, tetapi lama kelamaan kebiasaan ini berubah.
Bukan lagi memercikan air ke tubuh, tetapi menyiram langsung pakai ember atau alat lainnya, sehingga warga masyarakat yang ikut acara ini tidak ada yang luput dari siraman air. Bahkan Camat Barru beserta rombongan semuanya terkena siraman air.
Camat Barru M Taufik Mustafa menyampaikan penghargaan kepada warga masyarakat Dusun Birue dengan diadakanya acara ini dan meminta kegiatan ini tetap dilaksanakan setiap tahun karena kegiatan ” ini tidak ada duanya di Kabupaten Barru. Beberapa waktu yang lalu, Gubernur Sulawesi Selatan juga panen didaerah ini. Lihat Gambar.

0 Response to "Tradisi Pesta Panen Birue, Budaya Lokal Yang Masih Terpelihara Sampai Sekarang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel